Kamis, 28 April 2011

Pulpa dan Pulpotomi


·         Pulpa
1.      Factor yang mengiritasi pulpa:
Sumbernya grossman
a.       Fisis
Yang termasuk dalam sebab fisis ada 3 yaitu:
Ø  Injuri Mekanis:injuri ini biasanya disebabkan oleh trauma dan pemakaian patologik gigi.
-          Trauma dapat disertai atau tidak disertai oleh fraktur mahkota atau akar.trauma lebih sering terjadi pada anak-anak.trauma biasanya terjadi karena pukulan keras pada gigi waktu berkelahi,olahraga,kecelakaan dan kebiasaan buruk seperti bruksism.
-          Selain itu kadang beberapa prosedur dlm KG dpt melukai pulpa seperti:preparasi kavitas ,ekscavasi,dll.
-          Pemakaian patologik maksudnya adalah penggunaan gigi secara berlebihan atau salah(contohnya: abrasi,atrisi dan tekanan oklusal yang berlebihan.)
-          Sindroma gigi retak yaitu adanya fraktur atau retak pada email yang lama kelamaan dapat merambat ke dentin yang kemudian ke pulpa.untuk malihat retak pada email dapat manggunakan zat pewarna atau transluminasi.
-          Radiasi laser dapat menyebabkan perubahan degenerative pada pulpa.
-          Reaksi pulpa terhadap tumpatan seperti tumpatan amalgam perak,amalgam tembaga,silikat dan komposit.dimana makin dalam kavitas,makin besar kerusakan yang disebabkan tetapi pada kebanyakan kasus pulpa akan sembuh kembali karena dentin dapat membentuk dentin reparative.
Ø  Termal
Contohnya panas karena preparasi kavitas yang tidak diberi pendingin,panas gesekan selama pemolesan,proses pengerasan semen(injuri sementara pada pulpa),perubahan temeperatur dari makanan seperti habis makan atau minum panas langsung minum atau makan-makanan yang dingin.
-          Listrik :arus galvanic dari tumpatan yang tidak sama.
-          Barodontalgia:nyeri gigi yang terjadi pada tekanan atmosferik yang rendah (tekanan yang rendah).contohnya pegunungan dan penerbangan.(anggi dan sela)
b.      Kimiawi
contohnya adalah bahan restorasi semen silikat,pembersih kavitas asam sitrat,etsa asam pada aplikasi resin komposit,bahan sterilisasi seperti alcohol,kloroform.
c.       Bakterial
Bakteri dapat masuk kedalam pulpa dengan melewati karies dan bisa juga melalui kecelakaan.bakteri yang sering ditemukan dalam pulpa adalah streptococcus dan staphylococcus.
Bakteri dapat masuk kedalam pulpa melalui 3 cara yaitu:
-          invasi langsung ke dentin contohnya melalui karies,fraktur,terbukanya pulpa melalui preparasi(kontaminasi smear layer),atrisi dan abrasi.
-          invasi melalui pembuluh darah atau limfatik yang terbuka.ini berhubungan dengan infeksi pada jaringan periodontal,infeksi gusi.
-          invasi melalui darah.(grossmann et all)
Sumber rasinta tarigan.
Menurut buku perawatan pulpa gigi penyebab dari penyakit pulpa ada 2 yaitu:
a.       Penyebab yang tidak berhubungan dengan prosedur dentistry.
·         Bakteri.
Penyebab utama karies adalah mikroorganisme dan  produknya,menurut branstrom dan lind(1965) reaksi pulpa dapat terjadi pada lesi dini dentin.dengan berlanjutnya proses karies walaupun pulpa belum terkena sel-sel peradangan akan mengadakan penetrasi ke pulpa melaui tubulus dentin yang terbuka sehingga jika karies sudah meluas mengenai pulpa itu berarti telah terjadi peradangan kronis.
Selain itu peradangan pulpa juga dapat terjadi pada penyakit periodontal baik yang disertai pocket yang dalam maupun pocket yang kurang dalam tetapi disertai saluran akar lateral.
·         Mekanis.
Cedera pulpa dapat terjadi karena atrisi,abrasi,trauma.trauma dapat terjadi karena pukulan paada wajah(adanya fraktur) jika pulpa terbuka maka kuman dapat masuk dan menyebabkan peradangan pulpa.
·         Kimiawi.
Kerusakan pulpa dapat terjadi oleh karena bahan2 yang bersifat asam.
b.      Penyebab yang berhubungan dengan prosedur dentistry.
·         Pada Mekanis.
Pengambilan jaringan dentin selama preparasi kavitas dapat menyebabkan cedera pulpa terutama terutama pada pemakaian bur dengan kecepatan tinggi.
Salah satu factor yang memegang peranan penting dalam cedera pulpa adalah ketebalan dentin,yaitu makin dalam kavitas iritasi akan semakin besar.dengan pendinginan atau semprotan air kerusakan pulpa dapat dihindari.
Pada saat pembuangan jaringan karies apabila pemakaian instrument kurang hati2 kadang2 dapat juga menyebabkan terbukanya pulpa yang diikuti dengan kontaminasi kuman.salah satu lain adalah restorasi yang dapat menyebabkan oklusi traumatic.pesawat ortodonti juga dapat merusak jaringan pulpa.(preparasi kavitas menyebabkan terbukanya tubulus dentin dan odontoblas menjadi terparalisis kareana keluarnya cairan melalui tubulus dentin.




·         Termal.
Cedera pulpa karena termal ini biasany terjadi karena pemakian bur tanpa semprotan pendingin,transmisi panas yang disebabkan waktu memoles restorasi logam,semen(eksotermis).
·         Kimiawi.
Reaksi pulpa biasanya terjafdi pada restorasi yang berkontak langsung dengan dasar kavitas.bila kavitasnya dangkal biasanya akan terbentuk dentin reparative,tetapi bila kavitasnya dalam biasnya menyebabkaan peradangan pulpa.
Contohnya:
Ø  Semen silikat karena keasamannya.
Semen silikat fungsinya restorasi gigi anterior dan bahan perekat untuk perawatan orto dan sebagai restorasi jangka menengah.
Sifat biologinya:phnya adalah kurang dari 3bila dimasukkan kedalam kavitas dan akan tetap dibawah 7 sampai beberapa bulan.karena asamnya inilah pemakaian semen ini perlu adanya perlindungan pulpa.
Ø  Semen seng fosfat karena keasamannya.
Keasaman seng fosfat juga cukup tinggi pada saat protesa ditempatkan pada gigi.dua menit waktu pengadukan ph semen naik 5,5 hingga 24 jam.jika adukannya encer maka ph akan lebih rendah.pada penelitian seng fosfat yang dibuat dengan cairan asam fosfor radioaktifmenunjukan beberapa gigi,asam dari semen dapat menembus ketebalan dentin sampai 1,5 mm.jika dentin tidak dilindungi dengan pelindung pulpa maka akan pulpa dapat cidera.
·         Electric.
Adanya tumpatan logam dengan bahan yang berbeda misalnya emas dengan amalgam.bahn tuympatan ini yang berbeda ini dapat berkontak sewaktu mastikasi  yang ini dapat menyebabkan adanya aliran listrik.selain itu tumpatan ini tanpa berkontak juga dapat menyebabkan iritasi yaitu karena adanya aliran saliva yang mengandung elektrolit.

 Endodontic pada anak.
·         Akibat proses karies.
Kerusakan gigi pada anak biasanya disebabkan karena karies (untuk posterior)sedangkan pada gigi anterior lebih disebababkan karena adanya truma.
Bila proses karies meluas dari email ke dentin akan dibentuk dentin sklerotik oleh aposisi mineral intra dan interdentin.sedangkan dentin reparative atau dentin tersier yang disekresikan oleh sel pulpa tipe mesenkim yang berdiferensiasi menjadi odontoblas baru.jika proses karies berlangsung lebih cepat daripada pembentukan dentin reparative,pembuluh darah pulpa akan melebar dan terlihat sel inflamasi yang menyebar terutama didaerah yang bersebelahan dengan tubuli dentin yang terlibat.selama pulpa belum terkena,karies dan restorasi kavitas dapat mengembalikan kesehatn pulpa.(whitwotrh dan Nunn 1997)jika karies tetap tidak terawatt akhirnya pulpa akan terbuka.
·         Akibat prosedur operatif.
Reaksi pulpa terhadap prosedur operatif dapat bersifat ringan dan berat,bergantung pada tehnik yang digunakan.jika tehniknya lembut
Reaksinya akan ringan,dan hanya terjadi perubahan kecil pada lapisan odontoblas yang dapat diobservasi sebagai akumulasi cairan.pada prosedur operatif yang berat inti odontoblas dapat tersedot kedalam tubuli dentin yang dapat menimbulkan perdarahan dan inflamasi yang meluas dan kadang menimbulkan nekrosis pada pulpa(Fulks 1994)
Pada tehnik yang lembut digunakan pendinginan yang memadai dan tekanan minimal.preparasi kavitas tanpa menggunakan pendingin dengan air akan mengakibatkan perubahan pulpa yg ireverisbel karena panas dari ujung bur.
Untuk mencegah timbulnya panas dan kerusakan pulpa maka perlu dilakukan hal2 sebagai berikut:
Ø  Preparasi kavitas harus sedangkal mungkin dengan tetap mempertahankan prinsip preparasi kavitas.
Ø  Penggunaan bur yang kecil dan tajam.
Ø  Pendinginan yang memadai dengan tekanan yang minimal.
Ø  Pengeringan dentin yang berlebihan dengan semprot udara sedapat mungkin dapat dihindari.

2.      Pemeriksaan pulpa(vital dan tidak vital):
§  Inspeksi : Dengan memeriksa dan memelihat keadaan rongga mulut yang mengalami pembengkakan, pewarnaan, tambalan yang pecah dll.
§  Perkusi:gigi diberi pukulan cepat dan keras,mula-mula dengan jari tangan yang kemudian dengan tangkai instrument.
Perkusi urutan giginya harus diubah-ubah biar tidak terjadi bias.(perkusi untuk pemeriksaan periodontal).
Kepekaan perkusi menunjukan bahwa peradangan telah meluas melewati gigi ke dalam jaringan penyangga.
§  Palpasi:melakukan tekanan dengan tangan/jari untuk melihat adanya pembengkakan.pembengkakan ini biasa terjadi pada gigi non vital.
§  Tes mobilitas dan depresibilitas.
Tes mobilitas dengan cara menggerakan suatu gigi kearah lateral dari soketnya dengan menggunakan jari atau instrument.mobilitas gigi sulung dapat terjadi seabgai akibat proses fisiologis atau patologis.resorpsi akar secara fisiologis lebih dari ½ panjang akar merupakan kontra indikasi pulpa dan pencabutan.(Kennedy,1976).mobilitas patologis disebabkan oleh resorpsi akar atau tulang(keduanya) dan keadaan ini biasanya non vital.resopsi tulang ditandai adanya radiousensi periapikal atau interradikuler atau furkasio pada radiogram.
depresibilitas dengan cara menggerakan suatu gigi kearah vertical dalam soketnya.derajat 3 biasanya menandakan adanya abses apical.
Palpasi, perkusi, mobilitas dan depresibilitas digunakan untuk menguji keutuhan ikatan ligament dan tulang dan tidak didiagnosis bila penyakitnya terbatas pada ruang pulpa gigi tetapai untuk menguji periodonsium.

§  Radiografi untuk menunjukan adanya pegeroposan tulang dan gigi.
§  Tes  vital
-          listrik:menguji vitalitas pulpa yaitu untuk merangsang respon pulpa.pengujian ini tidak dapat dilakukan pada gigi dengan restorasi yang tertutup penuh karena stimulus listrik tidak dapat melalui bahan restorasi seperti akrilik,keramik.
-          Termal : Tes dengan menggunakan aplikasi dingin dan panas.
Tes dingin biasanya dengan menggunkan chlor etil sedangkan tes panas dengan menggunakan air panas.
Tes ini lebih sering menggunakan CE/aplikasi dingin.
Hasil tes ini dapat dipengaruhi oleh:
Ø  Gigi dengan restorasi dan suatu bahan dasar proteksi pulpa yang luas.
Ø  Gigi yang belum lama mengalami truma.
Ø  Gigi yang belum lama erupsi dengan pembentukan akar yang tidak lengkap.
Ø  Obat-obat sedative yang digunakan pasien.
Ø  Pasien dengan rasa ambang rasa sakit yang luar biasa.

§  Tes anestetik : Dengan menganestesi semua gigi satu persatu hingga rasa sakit giginya hilang.
§  Tes kavitas : tes ini adalah dengan cara mengebur dengan tekanan yng rendah tanpa diberi pendingin serta anestesi.tetapi tes ini tidak diindikasikan pada perawatan endodontic.(groosmann et all)

3.      Bentuk pertahanan:
Ø  Tubulus dentinalis mengandung prosesus odontoblas dan cairan yang berasal dari pembuluh darah pulpa.stimulus dihantarkan dari permukaan gigi ke serabut sarf yang berada didalam pulpa dibawahnya melalui cairan yang berada di dalam tubulus dentin.menurut teori hidrodianmika mengenai sensitivitas dentin,pemajanan permukaan gigi terhadap dingin atau panas menyebabkan kontraksi atau ekspansi cairan didalam tubulus sehingga tercipta daya hidrolik.sehingga menyebabkan aliran keluar yang cepat dari cairan yang berada di dalam tubulus dentin.pergerakan cairan ini adalah mekanisme transduksi yang mempengaruhi ujung sarf sensoris mekanoreseptif mengeluarkan sinyal nyeri
Ø  Dentin tersier (reparative).
Dentin ini merupakan suatu mekanisme pertahanan yang utama.ini adalah cara alamiah untuk menutup luka atau penyakit pada tubulus dentin dipermukaan pulpa(menghilangkan efek dari atrisi,karies,trauma).
Tubulus dentin yang terletak dibawah lesi karies sering tertutup sebagian mineral suatu kejadian yang menyebabkan sklerosis dentin.sklerosis ini menyebabkan permeabilitas menjadi turun.selainitu pengeringan juga dapat menyebabkan mengalirnya cairan keluar dari tubulus secara cepat.pergerakan cairan keluar juga dapat megakibatkan perpindahan odontoblas,odontoblas terlepas dari odontoblas dan terdorong keluar ke dalam tubulus dentin.
·         Pulpotomy
1.      Definisi:
·         pengambilan jaringan pulpa bagian korona dengan cara bedah,biasanya diikuti perlekatan obat2an pada orifis pada gigi yang masih vital.obat2nya adalah:kalsium hidroksida,formokresol.
·         Pulpotomi adalah pengambilan pulpa mahkota secra bedah(ilmu endodontic dalam praktek,Louis Grossman,et all.)
·         Pemotongan jaringan pulpa pada bagian koronal yang mengalami infeksi(perwatan pulpa gigi,rasinta tarigan)
·         Pengambilan seluruh pulpa bagian korona gigi dengan pulpa terbuka karena infeksi.(perawatan endodontic pada anak,arlia budiyanti)
·         Suatu operasi aman dan berguna untuk memelihara vitalitas pulpa radikular.
·         Prosedur pembuangan jaringan pulpa di korona sampai ketinggian pulpa yang masih sehat(kadang sukar ditemukan) serta perdarahannya harus dalam batas normal dan mudah dikendalikan.(prinsip dan prakstik ilmu endodontic ,Walton n’torabinejad).
·         Prosedur dimana seluruh pulpa bagian mahkota dibuang dengan tujuan menghilangkan semua jaringan pulpa yang terinfeksi,pulpa bagian akar kemudian dirawat .pulpotomi dilakukan terutama pada gigi-gigi vital dengan pulpa terbuka lebih besar dari yang diperbolehkan untuk pulpa capping.(perawatan gigi anak,Andlaw n’ Rock)
·         Pembuangan pulpa vital dari kamr pulpa kemudian diikuti oleh penempatan medikamen diatas orifis yang akan menstimulasikan perbaikan sisa jaringan pulpa vital diakar tertsebut.(konservasi gigi anak)

2.      Macam dan kelebihan dan kekurangannya dan reaksi pulpa setelah perawatan.
Dressing yang dipakai adalah kalsium hidroksida dan formokresol.dibawah lapisan karies yang diinduksi,sel-sel mesenkimal yang tidak berkembang pada daerah kaya sel berkembang biak,berdiferensiasi menjadi odontoblas dan bergerak dibawah ke daerah nekrosis/daerah yang terkena karies.odontoblas yang baru berkembang membentuk suatu lapisan satu sel yang menghasilkan dentin reparative untuk membentuk jembatan yang menutup dan melindungi pulpa.teori lain mengemukakan bahwa odontoblas baru berkembang dari fibroblast dan bukan dari sel mesenkimal yang berkembang.keparahan proses inflamatori menentukan kualitas dan kuantitas dentin reparative.inflamasi parah membentuk dentin reparative tanpa adanya tubuli dentin.sedangkan inflamatori yang ringan dapat membentuk dentin reparative serta beberapa tubuli dentin.formokresol tidak dapat merangsang pulpa untuk membentuk dentin reparative.




·         Menurut cara kerja bahan dressing yang digunakan
Ø  Bahan yang meningkatkan penyembuhan pulpa(kalsium hidroksida)
Selain kalsium hidroksida dapat pula digunakan seng oksida eugenol.
-          Kalsium hidroksida digunakan karena kemampuannya membentuk jembatan dan memelihara vitalitas pulpa. Sedangkan seng oksida eugenol menyebabkan suatu reaksi inflamatori kronis yang persisten bila diaplikasikan pada pulpa,pembentukan jembatan dentin lebih kecil.
-          Reaksi histologik yang digunakan dalam pulpotomi adalah pulpdent,dycal,dan hydrex(bersifat lebih mengiritasi dari 2 bahan lainnya.
-          kalsium hidroksida,methyl cellulose dengan air(pulpdent)sedangkan dycal adalah benyuk pasta cepat mengeras dari kalsium hidroksida.
Ø  Bahan yang mendisinfeksi dan memfiksasi jaringan pulpa (formokresol).
Efek formokresol terlihat sebagai menyebabkan nekrosis dan fiksasi sel jaringan dan mikroorganisme.nekrosis koagulasi dihasilkan didalam jaringan sekitar aplikasi formokresol.
Indikasi untuk perawatan ini adalah dilakukan pada gigi sulung yang pulpany terlihat dengan manifestasi klinis perubahan inflamatori yang terbatas pada pulpa mahkota atau pembukaan mekanis pada waktu prosedur operatif.pada gigi posterior permanen untuk perawatan pulpagia yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit pada keadaan daruraut.
Kontraindikasi:gigi sulnung yang luar bias sensitive serta pulpagia kronis.
(grossman et all).




·         Berdasarkan cara tindakan
Ø  Vital pulpotomi(formokresol pulpotomi)
Tindakan pengambilan jaringan pulpa bagian korona yang mengalami inflamasi dengan melakukan anestesi kemudian dilakukan pemberian pemberian medikamen diatas pulpa yang diamputasi agar pulpa bagian radikuler tetap vital.
Formokresol komposisinya:formalin 19 ml (bersifat karsinogenik dan mutagenic sehingga dipertanyakan penggunaanya di KG),cresol 35ml ,gliserin25 ml ,air 21 ml.tetapi formokresol tidak bahaya bila digunakan dalam jumlah yang tepat.
Indikasi:
a.       Terbuka pulpa karena prosedur pulp capping indorek ataupun factor mekanis selama preparasi kavitas yang kurang hati2.
b.      Gigi masih didukung >2/3 panjang akar.
c.       Pendarahan yang terkendali diatas pulpa yang diamputasi.
d.      Penderita kelainan darah.
Kontraindikasi
a.       Pulpa non vital dan adanya supurasi atau tanda2 lain dari nekrose.
b.      Dijumpai keluhan rasa sakit yang spontan maupun terus menerus.
c.       Terdapat resorpsi eksterna dan interna.
d.      Terdapat kehilangan tulang pada daerah periapeks maupun interadikuler.
e.       Terbentuk fistula
f.       Peka terhadap perkusi.
g.      Kalsifikasi pulpa.




Ø  Devitalisasi pulpitomi.
Menggunakan pasta formaldehid dengan komposisi : paraformaldehid, lignokain, carmine, carbowax, prophilene glikol.ada kunjungan kedua.menonvitalkannnya dengan arsen
Ø  Mortal pulpotomi.
Gigi non vital seharusnya memaki pulpektomi,tetapi apabila diguanakn pada gigi sulung tidak praktis.pada gigi dengan abse akut dapat dirawat dengan metode ini setelah didrainese pus dan pengendalian infeksi.
·         Berdasarkan bagian pulpa yang diambil
Ø  Pulpotomi partial.
Jika pulpa terbuka akibat preaparasi kavitas disini pulpa dalam kamar pulpa tidak diganggu masih dalam keadaan utuh.
Ø  Pulpotomi servikal.
Keseluruhan pulpa pada kavum pulpa sampai orifisium dibuang,kemudian diletakkan medikamen dilantai pulpa sampai menutupi seluruh orifis(foramen apical belum tumbuh sempurna)
3.      Tujuan:
·         Mempertahankan vitalitas pulpa radikuler dan membebaskan rasa sakit pada pasien.
4.      Indikasi dan kontraindikasi
Ø  Indikasi
ü  Pulpa vital,bebas dari pus atau tanda nekrosis.
ü  Pulpa terbuka karena factor mekanis selama preparasi kavitas yang kurang hati2 atau tidak sengaja.
ü  Pulpa terbuka karena trauma dan sudah lebih dari 2 jam tetapi belum melebihi 24 jam,tanpa terlihat adanya infeksi pada bagian periapeks.
ü  Gigi masih dapt diperbaiki dan minimal didukung lebih dari 2/3 panjang kar.
ü  Pada gigi posterior yang ekstirpasi pulpa sulit dilakukan.
ü  Apeks akar belum tertutup sempurna.
ü  Usia tidak lebih dari 20 tahun(dr.Sobarzo)
Sumber: Perawaatan pulpa gigi,rasinta tarigan.
ü  Tidak ada pulpitis radikular.
ü  Tidak ada rasa sakit spontan maupun menetap.
ü  Tidak adanya resorspsi internal.
ü  Tidak kehilangan tulang interadikuler.
ü  Tidak ada fistula.
ü  Perdarahan setelah amputasi pulpa berwarna pucat dan mudah dikendalikan.
Sumber: perawatan endodontic pada anak
-          Umum.
ü  Pasien kooperatif.
ü  Pasien dengan kelainan perdarahan.(hemophilia)
ü  Pasien dengan pengalaman jelek pada pencabutan(hubny dengan psikologis)
-          Gigi.
ü  Gigi geligi susu dimana semua molar lengkap atau dimana pengaruh pencabutan sebelumnya telah dikontrol baik oleh balancing ekstraksion atau space maintener.
ü  Gigi geligi campuran dimana diketahui bahwa terdapat ruangan yang terbatas untuk erupsi gigi.(mempertahankan gigi lebih disukai disbanding memggunakan space maintener.)
ü  Gigi geligi campuran dimana diketahui terdapat kekurangan ruangan yang cukup banyak bagi erupsinya gigi kaninus dan premolsr tetap .
Ø  Kontraindikasi
ü  Sakit jika diperkusi atau palpasi.
ü  Ada radiolusensi pada daerah periapeks atau radikuler.
ü  Pada pasein yang kesehatannya kurang.
ü  Pada pasien diatas 2o tahun
(perawatan pulpa gigi,rasinta tarigan)
ü  Sakit spontan.
ü  Sakit pada perkusi.
ü  Adanya pembengakakan.
ü  Fistula.
ü  Mobilitas patologis.(Fucks,1994)
ü  Kalsifikasi pulpa
ü  Terdapat pus atau eksudat(kennedy 1976)
ü  Perdarahan yang tidak dapat dikendalikan dari pulpa yang terpotong.(Bastawi.1980 dan Fuks 1994)
 (perawatan endoontik anak).
-          Umum.
ü  Pasien dari keluarga yang mempunyai sikap yang kurang memperhatikan atau kurang baik terhadap kesehatan gigi dan konservasi gigi.
ü  Pasien dengan kerjasama yang kurang baik(non kooperatif)
ü  Pasien dengan penyakit jantung congenital atau demam rematik.
ü  Pasien dengan kesehtan umum yang buruk(misalnya diabetes,ginjal kronik,leukemia) atau pasien yang mempunyai daya tahan yang buruk terhadap infeksi dan kualitas penyembuhan yang buruk.
-          Gigi
ü  Gigi geligi dimana pengaruh pencabutan sebelumnya belum dikontrol.biasanay pencabutan lebih disukai daripada perawatan pulpa bila gigi antagonisnya hilang.
ü  Gigi geligi campuran dimana diketahui terdapat sedikit kekurangan ruangan bagi erupsinya gigi kaninus dan premolar.oleh sebab itulah pencabutan gigi molar susu tidak ada maslah tetapi bila molar kedua susu harus dirawat konservasi karena akan terdapat banyak ruangan.
ü  Gigi dengan abses akut.
ü  Gigi geligi dimana lebih dari 2atau gigi yang mempunyai pulpa yang terbuka.
ü  Gigi geligi dengan kerusakan mahkota yang besar dan menyeluruh sehingga restorasi setelah perawatan selesai tidak mungkin dilakukan.
ü  Gigi dengan karies yang menembus dasar kamar pulpa.
ü  Gigi yang sudah mendekati waktu eksfoliasinya.
ü  Gigi dengan resoprsi akar patologis yang telah lanjut.
Pengunaan kalsium hidroksida.
Ø  indikasi
-          pada gigi permanen anak-anak yang melibatkan pulpa dengan apeks akarnya yangbelum sempurna atau terbuka lebar.
-          Pada gigi permanen anak2 yang akarnya belum terbentu sempurna.
-          Karies
Ø  kontraindikasi:
-          tidak boleh dilakukan pada pasien yang pulpiotis ireversibel.
-          sensitivitas yang luar biasa terhadap panas dan dingin.
-          pulpagia kronis.
-          sensitif terhadap perkusi.
-          perubahan radiografik periradikular yang disebabkan karena perluasan penyakit pulpa kedalam jaringan periapikal.
Inflamasi yang berat, hubungannya dengan dentin reparative. Pembentukan dentin reparative berkurang bila adanya inflamasi.
 Penggunaan  formokresol
Ø  indikasi
-          perawatan untuk gigi sulung yang pulpanya terlibat dnegan manifestasi inflamasi dari prosedur operatif.
Ø  Kontraindikasi
-          gigi sulung yang luar biasa sensitive terhadap panas dan dingin.
-          mempunyai pulpagia kronis.
-          sensitif terhadap perkusi dan palpasi.
-          mempunyai perubahan radiografik yang disebabakan karena perluasan penyakit pulpa
-          mempunyai kamar pulpa atau saluran akar yang menyempit.
5.      Kelebihan dan kekurangan dibandingkan perawatan saluran akar lainnya
Keuntungan:
Ø  Dapat diselesaikan dalam waktu singkat,hanya 1-2 kali kunjungan.
Ø  Pengambilan pulpa hanya dibagian korona,hal ini menguntungkan karena pengambilan jaringan pulpa disaluran sulit dilakukan.
Ø  Iritasi instrument atau obat2 an terhadap jaringan periapeks dapat dihindarkan.
Ø  Jika perawatan ini gagal dapat dilakuakn pulpoektomi.
6.      Bagaimana perawatan pulpotomy tersebut dikatakan berhasil.
Gigi yang telah dirawat dengan berhasil memiliki tanda:
§  Pulpanya vital.
§  Tidak ada tanda atau gejala penyakit pulpa atau periapeks yakni tidak adanya rasa nyeri,tidaka ada pembengakakan,tidak ada saluran sinus,tidak ada radiolusensi,atau defek yang dalam pada penyondean sulkus gingival
§  Terdapat pertumbuhan akar yang berlanjut dan saluran akarnya menjadi menyempit yang menandakan adanya pembentukan dentin.
§  Terdapat suatu jembatan kalsifikasi yang mungkin tidak terlihat secara radiografi dibawah material pengisi. (torabinejad)
§  Tidak ditemukan lagi gejala klinis serta gigi dapat berfungsi kembali secara fisiologis.
§  Pada saat selesai dilakukan perwatan,tidak dijumpai lagi rasa sakit atau pembengkakan pada region yang dirawat,
§  Jaringan pada daerah apeks dan periodontal pada foto rontgent terlihat normal.

7.      Factor Kegagalan dalam perawatan pulpotomy:
§  Adanya kontaminasi bakteri didalam pulpa yang sumbernya dari hilangnya kerapatan korona.
§  Kesalahan dalam penegakan diagnosisdan rencana perawatan.
§  Kebocoran di korona.
§  Tidak adanya pemahaman mengenai anatomi pulpa.
§  Debriment atau desinfektan yang tidak adekuat.
§  Proteksi dari restorasi yang tidak adekuat.
§  Kesalahan dalam pengerjaan.
§  Keslahan dalam obturasi.
§  Fraktur akar vertical.

Ø  Penyebab praperawatan.
§  Adanya kekeliruan dalam mendiagnosis.
§  Adanya kesalahan dalam merencanakan perawatan.
§  Seleksi kasus yang kurang tepat(dokter mencoba merawat diluar kemampuannya)
§  Merawat dengan prognosis yang buruk.
Ø  Penyebab selama dan setelah perawatan.
§  Adanya kontaminasi bakteri didalam pulpa yang sumbernya dari hilangnya kerapatan korona.
§  Debriment atau desinfektan yang tidak adekuat.(pembersihan dan pembentukan/pembuangan pulpa vital yang terkena infeksi sampai bersih benar)
§  Proteksi dari restorasi yang tidak adekuat.
§  Kesalahan dalam pengerjaan.
§  Kesalahan dalam obturasi/tehnik pengisian saluran akar.

·         PSA
1.      Definisi:
Perawatan yang meliputi:
§  Pulpektomi.(tindakan pengambilan seluruh jaringan pulpa dari seluruh akar dan korona gigi).
§  Apeksifikasi:suatu perawatan saluran akar untuk membantu pertumbuhan penutupan apeks gigi yang belum sempurna pada pulpa non vital tanpa adanya kelainan periapeks dengan pembentukan osteodentin atau substansi lain.
            Tujuannya:penutupan atau penyempitan pada apeks gigi.
§  Perawatan periapeks.
Tujuan:menghilangkan lesi periapeks trsebut dengan menghilangkan penyebab iritasi yang berasal dari ruang pulpa.
2.      Tujuan : untuk mengangkat seluruh jaringan saraf yang telah busuk karena teriritas dan menutup saluran akar dengan bahan yang khusus.
·         Mengapa gigi merasa sakit setelah dilakukan penumpatan??
Karena mungkin dokternya salah mendiagnosis,sehingga rencana perawatannya pun salah.disini dokter hanya melakukan penambalan saja ,padahal pasien sakit giginya.sedangkan gigi sakit ada hubungannya dengan penyakit pulpa.selain itu mungkin dalam penumpatannya terdapat karies sekunder akibat preparasi yang kurang steril,bersih serta bebas dari karies.
·         Kenapa rasa sakit semakin meningkat terutama pada malam hari??
Karena suhu pada malam harinya.karena gaya grafitasi pada posisi tidur.
·         Kenapa Tampaknya gambaran radiolusen sebesar jarum yang mengenai ruang pulpa dan resoprsi setengah apical pada akar mesial??karena adanya resorsi interna
·         Giginya apa yang sakit?? Posterior pada gigi susu.
·         Perawatan yang tepat  dilakukan ??pulpotomi.


klik disini

Daftar Pustaka

1.      Andlaw,R.J.1992.Perawatan Gigi Anak edisi 2.Jakarta:Widya Medica
2.      Walton,Richard dkk.2008.Prinsip &Praktik Ilmu Endodonsia edisi 3.Jakarta:EGC
3.      Budiyanti,E.Arlia.2006.Perawatan Endodontik Pada Anak.Jakarta:EGC
4.      Kennedy,D.B.1992.Konservasi Gigi Anak edisi 3.Jakarta:EGC
5.      Tarigan,Rasinta.2006.Perawatan Pulpa Gigi edisi 2.Jakarta:EGC
6.      Cameron,Angus.Hand Book Of Pediatric Dentistry third edition.

stainless stell crown


Stainless-steel crown  (SSC) adalah restorasi ekstrak oronal siap pakai yang terutama digunakan dalam restorasi gigi dengan kerusakan yang hebat, molar sulung yang telah dirawat pulpa, dan gigi sulung atau gigi tetap yang mengalami hipoplasia.
Selain itu juga diindikasikan dalam restorasi pada anak-anak dengan resiko tinggi mengalami karies  terutama pada anak -anak yang menjalani perawatan di bawah anestesi um um. SSC merupakan restorasi ya ng dapat bertahan lama dan restorasi pilihan   pada mulut dengan resiko ting gi karies (Cameron, 2003).
Indikasi : penggunaan ssc di bidang Kedokteran Gigi Anak adalah untuk restorasi molar sulung dengan kerusakan besar pada mahkota dan molar pertama permanen dengan defek perkembangan yang parah (Koch, 2001).
 Terdapat dua indikasi utama penggunaan SSC dalam kedokteran gigi anak, yaitu untuk molar sulung denga n kerusakan yang hebat dan mol ar pertama permanen dengan defek perkembangan yang parah  (Raadal, 2001). gigi sulung atau permanen dengan lesi karies yang luas atau gigi sulung dengan karies di tiga permukaan, molar sulung yang telah dirawat pulpa, gigi  sulung atau permanen dengan defek pada email atau dentin  (seperti hipoplasia email, amel ogenesis mperfekta, atau dentinogenesis imperfekta), gigi-gigi pada anak dengan resiko tinggi karies atau rampan karies, gigi yang digunakan sebagai pejangkar  space maintainer, serta pasien  handicapped dengan kebersihan mulut yang  buruk (Matthewson, 1995; Drummond, 2003; Sim,1991).
Bahan: SSC dibuat dari alloy yang mengandung 77% nikel, 15% kromium, dan 7% besi. Campuran bahan-bahan ini menyebabkan ssc dapat beradaptasi dengan baik pada permukaan gigi (Mathewson, 1995).  Bahan yang digunakan pada SSC  adalah alloy yang mengandung 18% kromium dan 8% nikel (disebut juga 18 -8 alloy) dengan kandungan karb on Stainless Steel Crown (SSC) adalah suatu paduan logam dental (alloy) nikarat yang dapat digunakan untuk bahan tambal sementara maupun tetap berbentuk anatomi gigi dan
mudah dibentuk untuk diadaptas ikan pada gigi yang mengalami kerusakan yang luas karena karies, fraktur mahkota, hipoplasia email, atau restorasi setelah perawatan saraf.  sebesar 0,8 % sampai 20%. Kand ungan kromium yang tinggi ini mengurangi korosi (Matthewson, 1995). Kelemahan: Penempatan  SSC yang t idak tepat dapat menimbulkan beberapa gangguan  antara lain pada kesehatan gus i dan tulang pendukung (Sharaf, 1995). Keuntungan: SSC digunakan secara luas di dunia kedokteran gigi karena berbagai pertimbangan, yaitu kemudahan cara pemasangan, mudah didapat, tidak mahal,  dan sedikitnya jumlah kunjungan pasien, sehingga memberikan keuntungan teknis pada operator dan ekonomis kepada pasien1,3.
.

Kamis, 02 Desember 2010

Diastema

Diastema adalah suatu ruang yang terdapat diantara dua buah gigi yang berdekatan. Diastema ini merupakan suatu ketidaksesuaian antara lengkung gigi dengan lengkung rahang. Bisa terletak di anterior ataupun di posterior, bahkan bisa mengenai seluruh rahang. Diastema sentral rahang atas adalah ruang yang terdapat diantara gigi insisif sentral rahang atas.
Diastema sentral rahang atas, merupakan suatu maloklusi yang sering muncul dengan ciri khas yaitu berupa celah yang terdapat diantara insisif sentral rahang atas. Seringkali diastema ini menyebabkan gangguan estetik bagi sebagian orang, terutama diastema yang terdapat di anterior, sementera bagi sebagian orang, diastema ini dianggap sebagai suatu ciri khas dari orang tersebut dan bukan merupakan gangguan bagi penampilan estetiknya. Oleh karena bagi sebagian orang diastema sentral ini merupakan suatu gangguan estetik terhadap penampilannya, maka banyak orang yang mencari dan meminta pertolongan dari dokter gigi untuk mengkoreksi kelainan tersebut. Dengan telah dikoreksinya kelainan tersebut, mereka berharap akan lebih menambah baik penampilannya dan akan meningkatkan rasa percaya dirinya.

Referensi



Senin, 08 November 2010

TIPS
* Pencegahan Kanker Serviks...*

"Abis buang air kecil,keringkan!!"
"Ganti CD minimal 2X sehari…"
"Ganti pembalut minimal 2X sehari!!!"
"Hindari dan kurangi makanan atau buah yang dapat meningkatkan produksi lender seperti nanas ,kol,timun dll,,,"
"Jangan memegang vagina dengan kuku kotor!!!"
"Jangan biarkan CD basah…."
"Jangan melakukan SEX BEBAS!!!!!"
"Kalo bisa lakukanlah pemeriksaan USG/Screaning uterus secara rutin...."


@selamatkan Wanita@

rangkuman soal-soal ujian

bagi teman2 yang ingin minta soal-soal rangkuman ujian
bisa hubungi arinie yaw...
^_^

KG anak

hubungan penyakit umum dengan perawatan gigi anak

1. Penyakit jantung:
Penyakit jantung mempunyai hubungan penting dengan kedokteran gigi karena banyak alasan,termasuk resiko bahwa pengobatan oral seperti pencabutan gigi,penambalan akar gigi dan bahkan prosedur sederhana seperti pembersihan karang gigi sebagai resiko terjadinya endokarditis bakterialis(streptococcus viridians dan staphylococcus aureus).selain itu juga terdapat gangguan irama jantung oleh penggunaan adrenalin dengan anestesi local maupun anestesi umum. Selain itu juga dapat menimbulkan kekeliruan dalam penjalaran nyeri ke wajah bagian bawah dan mandibulum yang sering dikaitkan pasien dengan sakit gigi,padahal itu merupakan gejala klinis dari angina.angina adalah gejala iskemia miokard dan biasanya dihubunggkan dengan ateroma arteri koroner tetapi dapat juga terdapat pada penyakit katu aorta,anemia berat,takikardia yang menyebabkan payah jantung kiri.nyeri ini biasanya menjalar ke atas tenggorokan dan sering pula menjalar ke lengan kiri,punggung,dan kadang dapat menjalar kebagian mandibulum dan wajah bagian bawah(tepat pada daerah gigi geligi).
Penyakit jantung congenital dari semua jenis terjadi sekali dalam setiap tahun pada 200 kelahiran hidup dan dari 1000 anak terdapat 2 anak yang mempunyai resiko untuk terjadinya endokarditis bakterialis setelah pengobatan gigi.
Jantung mencapai bentuk berdiferensiasi lengkap menjelang akhir bulan kedua kehamilan dan sebelum waktu inilah factor-faktor lingkungan dapat mempengaruhi malformasi jantung seperti adanya infeksi rubella pada ibu,obat-obatan seperti thalidomide,serta adanya factor genetic.
Dalam perawatan anak yang menderita penyakit jantung,memiliki kontraindikasi untuk dilakukannya pulpotomi dan pulpektomi.selain itu anak-anak yang menderita penyakit jantung juga merupkan kontrindikasi untuk vasokontriktor dalam melakukan anestesi.selain itu anak-anak tersebut juga harus dihindarkan dari interkasi obat sepertiobat antihipertensi dengan narkotika dan zat anestetik,obat anticoagulant dan antiarhymics.
2. Asma
Asma bronkodilator adalah penyempitan saluran napas kecil dengan sesak napas dan wheezing yang reversible baik dengan baerlalunya waktu maupun sebagai respon terhadap terapi bronkodilator.sedangkan asma ekstrinsik adalah asma yang berkaitan dengan musim dan dapat didahului oleh gejala rhinitis alergika,hidung tersumbat serta bersin dengan mengeluarkan secret yang banyak dan jernih dari hidung.
Perhatian utama sebagai dokter gigi pada pasien anak asma adalah eksaserbasi serangan akut pada operasi gigi.selain itu dokter harus menghindari faktor-faktor utama yang diketahui sebelum perawatan gigi dan memastikan bahwa anak memiliki obat yang tepat (inhaler) untuk penggunaan darurat jika terjadi serangan asma selama perawatan gigi.
Beberapa bronkodilator dan obat kortikosteroid yang digunakan pada anak asma dapat menyebabkan pewarnaan ekstrinsik pada gigi,selain itu juga dapat berakibat pada perubahan flora mulut dan mungkin juga menjadi factor predisposisi tumbuhnya kandidiasis oral.
Anak-anak penderita asma yang menggunakan kortikosteroid dengan dosis tinggi mungkin immunocompromised.dan yang terpenting tak ada bukti terhadap penekanan fungsui adrenal dalam penggunaan corticosteroid dalam perawatan gigi.
3. Neprology
Gangguan fungsi ginjal dapat mengakibatkan manifestasi oral antara lain: Stomatitis uremik, ulserasi oral, pewarnaan intrinsik dan ekstrinsik pada gigi, kalkulus supragingiva yang berlebihan, hipoplasia enamel dan hipokalsifikasi, tertundanya perkembangan gigi.
Selain itu sebagai seorang dokter gigi pasien dengan gangguan fungsi ginjal sering bereaksi abnormal terhadap obat-obatan tertentu dengan dosis yang lazim juga dapat mengakibatkan efek toksik yang serius pada ginjal.oleh sebab itulah pada pasien dengan payah ginjal penulisan resep tidak boleh sembarangan.obat yang sebaiknya digunakan adalah obat yang distribusi,metabolism dan eliminasinya tidak dipengaruhi oleh penyakit ginjal seta obat yang mempunyai bats aman yang lebar antara konsentrasi terapeutik dengan konsentrasi toksik.
Selain itu pemberian obat pada pasien dengan payah ginjal juga harus diberi dosis yang biasa dan bila perlu dikurangi dosisnya serta adanya penambahan waktu selang.
4. Kelainan-kelainan hormone
a. Hipertiroidisme
Hipertiroidisme diakibatkan oleh peningkatan kada TSH(tyroid stimulating hormone) yang beredar (T3/triiodotironin dan T4/tirosin).
Tanda dalam mulut ditandai dengan adanya proses erupsi yang lebih cepat,sedangkan pada orang dewasa proses osteoporosis dapat terjadi lebih cepat.kadang penderita mengeluhkan rasa terbakar pada lidah dan gejala lain yang tidak spesifik.insidensi erosi juga lebih besar yaitu 3 X lipat lebih sering dibandingkan pad penderita eutiroid yang terkontrol.
Penggunaan obat epinefrin dan atropine merupakan kontraindikasi dalam melaksanakan perawatan karena dapat memperparah gangguan tiroid.terapi yang tepat adalah dengan memberikan obat penekan tiroid atau radioaktif iodine .
b. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme terjadi karena Adanya penurunan kadar TSH(tyroid stimulating hormone) yang beredar (T3/triiodotironin dan T4/tirosin).
Gambaran klinisnya antara lain:kadang bibir dan lidah membesar,gig geligi hilang,dasar tulang kepala memendek,tulang hidung mendatar,erupsi gigi terhambat.,rambut rontok serta lis menipis dengan kulit menjadi bersisik,kering dan menebal.
Terapinya adalah dengan penembahan tiroksin.
c. Hiperparatiroidisme
Hiperparatiroidisme terjadi karena ada peningkatan sekresi parathormon dimana riwayatnya dapat dibagi menjadi 3 yaitu:promer,sekunder dan tersier.
Primer:disebabkan oleh adenoma atau yang lebih jarang karena karsinoma kelnjar paratiroid.
Sekunder:terjadi karena kalsium serum rendah sebagai akibat dari penyakit ginjal.
Tersier:merupakan akibat dari penyakit sekunder yang lama dan telah menjadi otonom.
Gambaran klinis pada oral antara lain:adanya pembengakakn gusi eritematosa yang memiliki cirri tersendiri dan tidak terasa sakit.gambaran radiografis akan tampak:lamina dura menghilang,beberapa trabekula menghilang dan warna gelap pada gambaran radiologi terlihat menyeluruh dalam tulang serta adanya lesi sel datia yang tampil sebagai radiolusensi serta adanya hilangnya gigi serta penipisan tulang.
Penatalaksanaan pada pasien hiperparatiroidisme antara lain:pengangkatan adenoma sebagai penyebab.
d. Hipoparatiroidisme
Riwayat dari kelainan ini antara lain karena tindakan operasi pada kelenjar tiroid serta pengambilan kelnjar paratiroid,adanya terapi radiasi diregio tiroid,dan idiopatik.
Gambaran klinisnya berupa:pada kelainan karena idiopatik biasnay ditemukan perubahan warna gigi dan tertundanya erupsi gigi akibat menurunnya kalsium dalam serum serta kadang terjadi hipoplasia enamel.
Gambaran radiografis menunjukan adanya pemendekan akar dan erupsi gigi yang tertunda.
e. Adrenal meliputi terjadinya penyakit Addison dan sindrom cushing.
5. Kelainan darah
Kelainan darah pada anak-anak banyak sekali seperti leukemia,anemia,talasemia ,trombositopenia dll.tetapi dalam makalh ini hanya akan dijelaskan beberapa kelainan darah yang sering ditemukan dalam klinik.
• Leukemia adalah kelainan produksi sel darah putih yang ditandai oleh proliferasi leukoblas yang abnormal dan berlebihan yang mengakibatkan peningkatan jumlah sel darah putih didalam darah tepi.Leukemia dapat ditemukan dalam bentuk akut dan kronis.Manifestasi oral leukemia akut hamper ditemukan pada 90% kasus pasien leukemia.manifestasi tersebut dapat meliputi:pembengakakan gingival,petekie,ekimosis dalam mulut(adanya memar),ulserasi mukosa dan gingival,perdarahan,mukosa pucat,sering ditemukan infeksi kandidiasis,serta beberapa obat-obatan yang digunakan untuk perawatan leukemia dapat menyebabkan efek samping mulut kering,serta dari radiologi akan tampak penipisan lamina dura dan hilangnya tulang alveolar.Sedangkan manifestasi oral pada penderita leukemia kronis antra lain:adanya perdarahan gingival,petekie,dan ulserasi mulut.selain itu juga terdapat infeksi kandidiasis,nodus limfatikus membesar serta lebih jarang ditemukan adanya pembengkakan pada gingiva.Sebagai seorang dokter gigi dalam melakukan tindakan pada pasien leukemia sebaikanya dilakukan atas konsultasi dengan dokter ahli yang merawat pasien.
• Anemia adalah berkurangnya hemoglobin dibawah normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin pasien.
Nilai normal :pria adalah 13,0-18,0 g/dl sedangkan pada wanita adalah 11,5-16,5 g/dl.
Penyebab anemia antara lain:
 Kehilangan darah misalnya truma dan perdarahan.
 Penghancuran berlebihan (anemia hemolitika) misalanya pada anemia sel sabit dan talasemia.
 Absorpsi terganggu misalnya vitamin B12
 Malabsorspsi contohnya pada penyakit koeliak dan penyakit Crohn.
 Ada peningkatan kebutuhan hemoglobin tertama pada masa kehamilan.
 Defisiensi Fe,B12,asam folat.
 Anemia aplastik dan leukemia.
 Berhubungan dengan penggunaan obat-obatan.
Gejala:mudah lelah,pusing,mudah pingsan,napas pendek seolah-olah habis olahraga,pucat,lemah,lesu,lunglai.
Manifestasi oral:glositis atrofi,keilitis angularis(lebih banyak ditemukan pada pasien yang defisiensi Fe dan asam folat),ulserasi mulut,kandidiasis,glositis dan stomaytitis akibat defisiensi Fe dan B12.
Oleh sebab itulah sebelum dilakukan perawatan seorang dokter harus melakukan anmnesis secara lengkap dan tepat agar bisa dilakukan perawatan sesuai dengan penyebab terjadinya anemia.apabila anemia terjadi karena defisiensi nutrisi,maka sebaiknya diberikan dulu asupan yang baik sebelum dilakukan perawatan.selain itu anestesi umum berbahaya bagi penderita anemia sehingga bila mungkin penyebab yang melatarbelakanginya perlu dirawat maka dirawat dulu sebelum dilakaukan anestesi umum.
6. Epilepsy
Epilepsy adalah kejang akibat pelepasan muatan neuron sertebrum yang abnormal dan paroksimal.istilah epilepsy digunakan untuk mengartikan suatu kecenderungan yang melanjut untuk pasien mengalami kejang dimana bisa terjadi hingga 30 tahun lamanya dengan serangan yang singkat dengan waktu yang berulang-ulang.oleh sebab itulah selama serangan epilepsy muncul sebagai seorang dokter gigi tidak boleh memasukkan sesuatu apapun ke dalam mulut pasien karena ini akan mengakibatkan kerusakan pada gigi.karena pada stadium pertama serangan lidah tergigit dan ini tidak bisa dicegah dengan memasukkan barang apa pun kedalam mulut.
Yang dibutuhkan hanyalah si pasien harus dibalikkan ke posisi setengah telungkup dengan kepala sedikit lebih rendah daripada bahu sehingga sekresi mengalir keluar dari mulut dan tidak terhirup ke saluran napas.
Selain itu obat epilepsy yaitu phenitoin juga dapat menyebabkan gingival enlargement bila digunakan dalam dosis yang tinggi serta dengan waktu yang lama.
7. Diare
Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.
Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi tubuh. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.
Sejak tahun 1992, secara umum, penyakit menular merupakan sebab dari 37,2%
kematian, diantaranya 9,8% tuberkulosa, 9,2% infeksi saluran nafas dan 7,5% diare. Namun untuk kelompok usia 1 – 4 tahun, diare merupakan penyebab kematian terbanyak ( 23,2% ).
Diare disebabkan karena adanya infeksi dari berbagai bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan maupun air minum; Infeksi berbagai macam virus; adanya Alergi makanan khususnya susu atau laktosa (makanan yang mengandung susu); serta Parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dan kotor.
Oleh sebab itulah sebelum dilakukan perawatan sebaiknya seorang dokter harus mengobati diarenya terlebih dahulu dengan meberikanya antibiotic serta penembahan cairan tubuh untuk mengganti cairan yang hilang serta dehidrasi.karena bila anak-anak dehidrasi dan ditangani dengan lambat maka dapat menyebabkan kematian.
8. Alergi
Hamper setiap obat mungkin menimbulkan reaksi buruk yang tidak diinginkan atau tidak diharapkan yang diantaranya dpat membahayakan jiwa.
Pencegahan mungkin dapat dilakukan dengan menanyakan apakah pasien tersebut memiliki reksi alergi sebelumnya terhadap obat yang akan diberikan,serta memperhitungkan kesehatan ginjal dan hati sebagai tempat absorpsi dan ekskresi obat tersebut.
Alergi adalah: kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik)atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopic.
Alergi dapat terjadi karena adanya kemungkinan riwayat alergi pada masa lalu(misalnya alergi protein dalam telur atau susu),alergi terhadap obat-obatan seperti penisilin,antibiotic,aspirin,obat antiinflamasi non steroid(NSAID),pimozide dan kodein.
Gejala yang biasa muncul pada pasien alergi antaralain:pembengkakan pada wajah,bibir,lidah.sering kali disertai adanya rasa gatal.
9. Diabetes
Diabetes mellitus adalah suatu kelompok penyakit metabolic dengan karalteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin,kerja insulin atau kedua-duanya.Penyakit Kencing Manis atau disebut juga Diabetes Mellitus adalah penyakit di mana tubuh gagal atau tidak bisa mengatur kadar gula di dalam darah.
Manifestasi oral pada penderita diabetes yang tidak terkontrol antara lain:mulut kering,aliran saliva berkurang,kadang-kadang mukosa mulut terasa nyeri bila ditekan atau tersa seperti terbakar,adanya kerusakan jaringan periodontal yang terjadi dengan cepat shingga gigi goyang dan menimbulkan rasa sakit,adanya pembengkakan gingival akibat pembentukan abses periodontal.selain itu penderita diabetes juga sering terjadi perubahan flora normal yang menyebabkan munculnya kandidiasis.
Sebagai seorang dokter gigi dalam melaksanakan tindakan perawatan harus selalu memonitori dan mengkontrol kadar glukosa darah pada anak agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.
10. Demam
Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 370C yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Sebagian besar anak- anak mengalami demam sebagai respon terhadap infeksi virus yang bersifat self limited dan berlangsung tidak lebih dari 3 hari atau infeksi bakteri yang tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Akan tetapi sebagian kecil demam tersebut merupakan tanda infeksi yang serius dan mengancam jiwa seperti pneumonia, meningitis, artritis septik dan sepsis. Hal ini merupakan tantangan bagi dokter untuk mengidentifikasi penyebab demam tersebut.
Oleh sebab itulah sebagai seorang dokter gigi sebaiknya pasien yang menderita demam disembuhkan dahulu dengan memberikan obat-obatan anti inflamasi,analgetik adan antipiuretik sebelum dilakukannya perawatan.karena demam juga mempengaruhi kondisi fisik menjadi lemah serta dapat mengakibatkan kejang dan hipepireksia bila tidak segera ditangani.
11. Cacar air
Merupakan infeksi primer yang sangat menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Ciri khasnya adalah anak-anak yang terinfeksi pada musim hujan, inkubasi virus selama 2-3 minggu.
Gambaran klinis cacar air dapat yang muncul pada kulit dan wajah yang berupa vesikel yang apabila memecah mirip ‘tetetsan embun’.
Selain pada kulit dan wajah cacr air juga dapat bermanifestasi pada rongga mulut.Secara intraoral ulkus dapat tampak pada palatum lunak, mukosa pipi dan lipatan mukobukal. Lesi-lesi kulit yang berkeropeng akan sembuh sendirinya dengan pembentukan jaringan parut.

pendekatan psikologi anak FKG

Beberapa pendekatan psikologis yang biasa digunakan dokter gigi dalam penetalaksanaan tingkah laku pasien anak sebagai berikut:
a. Tell show do
Tell show do adalah menceritakan mengenai perawatan yang akan dilakukan,memeperluhatkan padanya beberapa bagian perawatan,bagaimna itu dikerjakan dan kemudian mengerjakannya.tehnik ini digunakan secara rutin dalam memperkenalkan anak pada perawatan profilaksis yang selalu dipilih sebagai prosedur operatif pertama.contohnya pada anak diceritakan bahwa gigi-giginya disikat,tunjukan sikat khusus tersebut dan bagaimana sikat berputar dalam hand piece,kemudian gigi-giginya disikat.pada tahap tell shoe do perlu ditambahkan pujian karena tingkah laku yang baik selama perawatan awal ini harus segera diberi penguatan dana juga selama perawatan selanjutnya.
Untuk perawatan apapun yang dilakukan penting untuk mengikuti tahap-tahap tell show do.penjelasan tidak perlu panjang lebar,karena hal ini cenderung membingungkan anak dan mungkin membangkitkan kecemasan,penjelasan harus sederhana dan sambil lalu.demikian pula demontrasi harus diberikan dengan singkat dan sebenarnya sehingga perawatan yang sesungguhnya dapat dilakukan tanpa ditunda lagi.
Sepanjang prosedur ini dokter gigi harus berusaha membuat anak relaks,dan memberi pujian atas tingkah laku anak yang tepat dan kooperatif.sayangnya pada penelitian yang mengevaluasi pendekatan ini tidak terdapat cukup bukti bahwa metode ini efektif bagi anak yang cemas.barangkalli metode ini akan berhasil bila dilakukan pada anak yang mempunyai kecemasan yang rendah.(Howitt dan stricker,1965)
b. Modeling
Adalah tehnik lain yang digunakan oleh ahli psikologi dalam menghilangkan rasa takut.tehnik ini dapat diterapkan pada berbagai situasi perawatan gigi tetapi penggunaanya paling sering digunakan pada anak yang cemas terhadap pemeriksaan mulut pada kursi perawatan gigi.
Orang tua atau anak lain sebaiknya diminta bertindak sebagai model perannya.
Model peran didasari olah ide bahwa orang belajar banyak dari lingkungannya dengan mengamati konsekuensi tingkah laku orang lain.misalnya anak-anak yang cemas atau takut tersebut diminta mengamati anak lain yang sedang dirawat,yang dipuji dan diberi hadiah karena bertingkah laku kooperatif sampai rasa takut dan cemas anak tersebut berkurang dan kalau bisa sampai hilang.selain menggunakan model peran dokter gigi juga dapat menggunakan model film yaitu dimana dokter gigi menunujukkan gambar film tentang perawatan gigi yang dipertontonkan pada pasien anak yang cemas atau takut tadi.
c. Penguatan
Penguatan dapat diartikan sebagai pengukuhan pola tingkah laku,yang akan meningkatakan kemungkinan tingkah laku tersebut terjadi lagi dikemudian hari.ahli psikologi yang menganut teori social perkembangan anak percaya bahwa tingkah laku anak merupakan pencerminan respons terhadap penghargaan dan hukuman dari lingkungannya,bentuk hadiah yang penting (merupakan factor motivasi yang sangat penting untuk perubahan tingkah laku).oleh karena itu tingkah laku yang baik pada perawatan gigi harus diberi penghargaan.penghargaan ini merupakan pengakuan dari dokter untuk memperkuat tingkah laku yang baik sehingga pada perawatan anak selanjutnya dapat lebih mudah.contohnya apabila pasien kooperati anak dapat diberikan hadiah pada tahap akhir perawatan sebagai bentuk penghargaan.tetapi juga dihindari penguatan pada tingkah laku yang buruk.apabila ada anak tidak mau bekerja sama dalam perawatan,maka sebgai dokter harus hentikan perawatan sementara waktu dan kembalikan dahulu pasien pada orang tuanya.selain bentu hadiah,pengakuan dokter ini juga dapat diperlihatkan melaui kata-kata,senyuman serta anggukan.
d. Desensitisasi
Desensitisasi adalah salah satu tehnik yang paling sering digunakan oleh para ahli psikologi untuk melawan rasa takut.tehnik ini meliputi 3 tahapan yaitu:
 Melatih pasien untuk relaks
 Membangun hirarki stimulus
 Memperkenalkan tiap stimulus dalam hirarki untuk membuat relaks pasien,dimana stimulus ini diberikan dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi hingga rasa takut pada pasien hilang.
Untuk melakukan tehnik ini diperlukan suatu seri kunjungan pendahuluan untuk mengajarkan pasien agar dapat relaks.misalnya dengan mengenalkan alat serta memberi pertanyaan kepada pasien pada dala keadaan yang bagaimana pasien merasakan takut.setelah itu pasien disuruh membayangkan hal-hal yang tidak membuat takut sementara dokter mendemonstrasikan dan menjelaskan dengan cara-cara yang tidak membuat takut anak dalam melakukan perawatan.tehnik juga kadang dilakukan dengan tehnik hypnosis(suatu keadaan pikiran dimana anjuran-anjuran tidak hanya akan lebih mudah diterima daripada dalam keadaan terjaga tetapi juga akan bekerja lebih baik daripada yang mungkin terjadi pada keadaan norma atau dapat pula diartikan sebagai suatu keadaan tertentu dari pikiran yang biasanya dilakukan oleh satu orang pada orang lain.)
e. Distraksi (pengalihan perhatian)
Pada pendekatan ini tujuannya adalah untuk mangalihkan perhatian pasien dari situasi perawatan gigi ke situasi lain.bila pasien memikirkan sesuatu yang lain dari perawatan gigi kecenderungan menjadi cemas akan berkurang.ini berarti bahwa semakin jauh perhatian dialihkan semakin efektif dalam melakukan perawatan.
Relaksasi dan pengalihan perhatian sama-sama efektif dalam mengurangi ketidaknyamanan pada pasien yang cemas.pengalihan perhatian umumnya lebih efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien pria sedangkan relaksasi lebih baik bagi pasien wanita.
Contoh pemeberian relaksasi ini antara lain dengan meminta pasien untuk mendengarkan kaset relaksasi selama perawatan dengan menggunakan headphone.selain itu pengalihan perhatian juga dapat dilakukan dengan dokter menyuruh pasien untuk memainkan video game atau menonton film selama perawatan.
f. Hand-over mouth
Tehnik hand over mouth biasanya dianggap sebagai tehnik yang ekstrem dalam menangani anak yang tidak kooperatif.
Tehnik ini dilakukan dengan cara menahan anak yang melawan dengan pelan tetapi kuat pada kursi perawatan gigi.biasanya dengan meletakkan tangan atau handuk diatas mulutnya untuk menahan perlawanannya dan berbicara dengan perlahan tetapi jelas ke dalam telinganya.dan apabila anak tersebut menaggapainya dengan kooperatif maka anak tersebut dilepaskan dari perlawnan dokter sembari memberikan pujian.
Tehnik ini biasa diguanakn pada anak yang terlalu dimanjakan oleh keduaorangtuanyandan memiliki perangai yang menjengkelkan serta tidak takut dan tidak mempan dengan pendekatan psikologis yang halus.
Walaupun tehnik ini diperbolehkan,tetapi sebagai seorang dokter gigi sebaiknya dapat menghindarinya,apalagi dipergunakan pada anak yang takut dan memiliki sensitivasi yang kuat.
g. Persiapan informasi
Metode lain yang mencangkup mempersiapkan anak-anak beserta orang tuanya untuk kunjungan pertama cukup suskses.tehnik ini dapat dilakukan dengan dokter memberikan booklet kepada anak-anak untuk dibaca.pada kunjungan pertama tidak ada perawatan atau pemeriksaan yang ada hanya perkenalan terhadap dokter,perawat,serta lingkungan praktik.persiapan ini akan memberiakan perilaku yang lebih kooperatif pada [pasien yang diberi perkenalan.selain itu perkenalan juga dapat dilakuakan dengan menonton video prosedur perawatan guna memperkenalkan dan memberi kenyamanan pada
h. Komunikasi non verbal
Interaksi yang dilakukan oleh praktisi kesehatan gigi ( dokter gigi ) untuk mendukung jalannya perawatan dengan membuat pasien ( anak ) merasa nyaman berada di tempat perawatan .Hal ini bisa dilakukan dengan membuat area perawatan sedemikian rupa sehingga anak merasa nyaman dan siap untuk menerima perawatan.komunikasi ini dapat diperlihatkan dengan dokter dan stafnya yang bersifat ramah serta murah senyum.
i. Control suara.
Masa pertumbuhan anak membuat anak sensitive dengan lingkungannya , terutama pada suara. Dokter gigi harus bisa membuat anak merasa nyaman dan dapat diajak kerjasama selama perawatan yaitu dengan memperhatikan intonasi kita saat berinteraksi dengan anak.suara dokter harus lembut,tegas serta tidak membuat anak merasa dibentak melainkan kita harus berbicara selayaknya anak yang nyaman berbicara dengan keluarga maupun dengan teman sebayanya.
j. Sedasi
Sebagian besar anak yang diberi metode-metode pendekatan psikologis diatas akan menjadi pasien yang relaks dan kooperatif yang siap menerima prosedur operatif dan sebagian lagi masih menunjukkan sikap yang tidak kooperatif.jika rasa takut tetap berlangsung walaupun telah dilakukan kunjungan pendahuluan dengan hati-hati mungkin dengan bantuan sedasi dapat membantu.
Perlu ditekankan bahwa sedasi dimaksudkan untuk menghilangkan kecemasan dan harus ditekankan pula bahwa pasien yang telah dilakukan sedasi tetap memiliki kesadaran dan memepunyai reflex pelindung yang normal misalnya batuk.
sedasi dapat diberikan melaui cara-cara berikut:
• Oral
Banyak obat-obatan dan kombinasinya yang telah digunakan untuk sedasi anak yang cemas seperti macam-macam barbiturate,kloral hidrat ,hydroxyzine, neprobamate, promethazine,dan diazepam(wright 1975,Bennet,1978).
Sebelum memberikan resep sedative,dokter gigi harus dipercaya anak.sedatif harus dijelaskan sebagai sesuatu yang akan membuat dia merasa relaks sehingga perawtan dapat dilakukan tanpa rasa khawatir.kerjasama dari orang tua atau pendamping juga perlu karena paling mudah bila mereka yang memberikan sedative.karena obat ini biasanya dapat menimbulkan rasa kantuk,sebaiknya anak tidak masuk sekolah sebelum kunjungan kedokter gigi.
• Intramuscular
Keuntungan cara tehnik ini adalah kerjanya lebih cepat dan pengaruhnya juga lebih cepat disbanding cara sedative oral.sedangkan kerugiaanya adalah bagi anak yang nerves dan tidak koopertif akan merasakan bahwa prosedur tersebut tidak menyenangkan.
Berbagai obat-obatan yang biasa digunakan adalah:promethazine HCl dan petidine.promethazine adalah anti histamine yang mempunyai sifat sedative dan antimetik.sedangkan petidine adalah analgetika.dosis injeksi untuk intramuscular adalah petidine 1,5 mg/kg berat badan dan promethazine 0,75 mg/kg.
• Intravena
Keuntungan pemberian secra intravena dibandingkan cara yang oral dan intramuscular adalah bahwa obat yang diinjeksikan mermepunyai efek yang sangat cepat dan sedasi ini biasanya diberikan secra bertahap hingga tingkat sedasi yang diinginkan.
Sedasi ini merupakan campuran dari pentobarbiturat,pethidine,dan hyoscine.dan baru kemudian diazepam atau midazolam yang menjadi pilihan untuk sedasi intravena ini.diazepam merupakan sedasi yang efektif,dimna obat ini dapat merelaksasikan otot dan amnesia serta efek sedasinya dapat hilang secara perlahansedangkan midazolam lebih efekstif karena obat ini selain dapat merelaksasikan otat dan amnesia sepoerti diazepam,obat ini juga efek sedasinya lebih cepat hilang dibandingkan dengan menggunakan diazepam.
Pasien yang melakukan sedasi intravena ini harus koopertif walupun anak tersebut cemas.selain itu juga ada kapercayaan dan keyakinan pada pasien untuk menerima perawatan dan injeksi tersebut.
• Inhalasi
Penggunaan sedasi inhalasi dengan oksida nitrogen dan oksigen makin popular pada saat-sat ini.
Pasien yang mengalami sedasi dapat berkomunikasi secara bebas dengan dokter gigi dan relaks rasa takut telah dikurangi dan dihilangkan.ambang rasa sakit ditingkatkan sehingga anak tidak takut.kadang pasien juga mengalami kantuk yang ringan,euphoria,sensasi menyenangkan.
Konsentrasi yang diberikan kepada pasien didasarkan pada observasi respons si pasien.tetapi menurut Edmund dan rosend 1977 sedasi yang efektif adalah dengan konsentrasi tetap 25%oksida nitrogen.

tips-tipsKU

Tips Memperbaiki Memori Otak bagi PELUPA….
1. Tidur Cukup
Tanpa tidur malam yang nyenyak,kita akan merasa lelah dan konsentrasi melemah.dalam bukunya Power Sleep,Dr.James B Mass professor psikologi dari cornell university menulis,”…tidur memegang peranan penting untuk memudahkan penyimpanan daya ingat dan mempertahankan memori.tanpa tidur kesehatan mental terganggu.
2. Latihan daya ingat.
Mind Mapping(peta pikiran)adalah latihan yang sempurna untuk melatih daya ingat.Mind Mapping adalah system penggunaan image atau gambar yang digunakan untuk mewakili bahan-bahan yang akan dipelajari atau yang akan dihafal.
3. Hidup sehat
Menurut psikologi pendidikan,poon cosiew Win apa yang kita konsumsi sangat penting karena sangat berpengaruh pada kemampuan otak dalam menyimpan informasi.inilah rekomendasinya.
 Minumlah air minimal delapan gelas sehari.
Air berfungsi menopang system memori,khususnya pada orang tua.kekurangan air dapat menimbulkan kebingungan dan kesulitan pikiran lainnya.
 Nutrisi yang cukup
Vitamin yang penting untuk kinerja memori seperti tiamin,folic acid dan vitamin B12 dapat ditemui pada roti,sereal,sayuran,dan buah-buahan.ekstrak tumbuhan Ginko Biloba terbukti mampu meningkatkan daya ingat mereka yang berusia setengah baya hingga 7%
 Jangan minum alcohol
Selain haram mengkonsumsi alcohol secara regular dapat mengaggu memori jangka pende,sehingga hal yang sepele seperti menaruh kacamata juga lupa.
 Kurangi kafein.
Kopi dan the memang dapat membuat seseorang terjaga,semakin banyak meminumnya semakin lama terjaga,jika seseorang banyak terjaga,maka dia akan kurang tidur.dan kita tahu bahwa kurang tidur itu mempengaruhi memori otak.
 Tidak merokok.
Merokok dapat mengurangi jumlah oksigen didalam otak,sehingga mempengaruhi fungsi memori.sebuah tes membuktikan bahwa mereka yang menghabiskan satu bungkus rokok sehari mengalami kesulitan mengingat wajah dan nama disbanding non-perokok.
 Obat-obatan.
Pil penenang,penenang otot,pil tidur dan anti kecemasan mengandung diazepam dan lorazepam yang dapat mempengaruhi daya ingat dan memicu depresi.
4. Rangsang ingatan
Memaksimalkan daya ingat dapat dilakukan dengan belajar keahlian baru.hal ini bisa merangsang syaraf-syaraf otak untuk berkembang.
5. Beri perhatian.
Konsentrasilah pada hal yang anda anggap paling penting dan bawa sampai tidur.revisi kembali keesokan harinya,saat memori sedang pada puncaknya.lakukan seminggu kemudian.cara ini akan meningkatkan daya ingat.lakukan hal ini empat kali dalam sebulan.jika anda sudah melakukan lima kali,tiga bulan kemudian informasi ini akan tersimpan dalam ingatan anda.
6. Hubungkan fakta pada imajinasi.
Memori bekerja lewat hubungan.maka ciptakan hubungan antra informasi dengan tehnik menghafal.
7. Terorganisasi
Lingkungan kerja yang berantkan menyulitkan kita untuk menemukan dan mengingat banyak hal.catat tugas dan janji penting dalam agenda.ini akan memebantu anda mengingat hal-hal kecil.

Sumber:Meracik sendiri ramuan herbal nabi…..

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews